Kintsugi Porcelain
Undangan bergaya seni kintsugi Jepang — seni menyambung porselen retak dengan emas — sebagai lambang dua insan yang disatukan menjadi lebih indah dari semula: dibuka dengan sebuah piring porselen berglasir putih berlukis tinta kobalt bergambar ranting bunga plum, gunung berkabut, dan ombak seigaiha yang terbelah dua, dengan nama mempelai pria dan wanita pada masing-masing kepingannya serta nama tamu yang tertulis anggun di bawahnya, sementara serpih emas melayang perlahan. Tamu cukup menekan dan menahan piring — cincin emas pun terisi — atau mengetuk "Buka Undangan", maka emas cair mengalir menyusuri retakan dengan tetesan berkilau di ujungnya, kedua kepingan merapat menjadi satu, kilau cahaya menyapu sambungan emas, dan cap hanko merah bermonogram inisial mempelai tercetak sebelum piring terangkat membuka undangan. Sepanjang halaman, sebuah garis retak emas yang tak terputus tergambar perlahan mengikuti guliran layar, bercabang ke setiap judul bagian, diiringi lukisan tinta sumi-e yang bergerak lembut. Di dalamnya ada salam dan QS Ar-Rum 21 pada ubin porselen bertambal emas, filosofi kintsugi, kedua mempelai dalam bingkai kepingan berbingkai emas, kisah kami dalam tiga kepingan yang akhirnya menyatu, hitung mundur pada cakram porselen di atas glasir kobalt, akad dan resepsi pada ubin berpita ombak, peta lokasi bernuansa nila, galeri kepingan kenangan dengan retak emas yang berkilau, tanda kasih, konfirmasi kehadiran, ucapan dan doa tamu, hingga penutup di bawah glasir kobalt dengan piring yang telah utuh kembali.
- Animasi halus
- Optimal di ponsel
- RSVP & ucapan online
- Peta lokasi acara
- Galeri foto
- Musik latar
Gulir di dalam layar · Buka layar penuh