Adat Palembang
Undangan adat Palembang yang mewah dan hangat: songket emas di atas merah marun dan hijau zamrud, dengan senja di tepi Sungai Musi sebagai panggung pembukanya. Cover berupa gerbang songket marun berpola kotak-kotak berlian dengan sudut emas, untaian bunga tanjung dan melati yang menjuntai dan bergoyang pelan, serta foto berbingkai lengkung emas bermahkota Aesan Gede. Ketuk "Buka Undangan" maka gerbang terbelah ke kiri dan kanan. Di baliknya hero memulai zoom out pelan sekitar 6 detik dari lapisan berlapis dari jauh ke dekat: matahari senja, awan emas, burung, Jembatan Ampera, Sungai Musi berkilau, perahu bidar berkepala naga yang meluncur masuk, pita pucuk rebung emas, lalu untaian bunga tanjung dan melati besar yang menajam di tepi layar sehingga terasa 3D bertumpuk. Setelah itu ornamen muncul satu per satu: mahkota Aesan Gede, empat sudut songket, kilau-kilau emas, nama mempelai, pembatas emas, dan tanggal. Isinya: salam dan QS Ar-Rum 21 dengan foto berbingkai lengkung, kedua mempelai dalam bingkai lengkung songket lengkap dengan nama orang tua, hitung mundur dalam kotak bersudut potong di atas latar zamrud, akad dan resepsi pada kartu bergaris ganda dengan tombol simpan ke Google Calendar, peta lokasi, kisah cinta (Awal Bertemu, Berasan, Pernikahan) pada garis waktu bernode berlian, galeri dengan lightbox, kado digital, konfirmasi kehadiran, buku tamu yang tampil langsung, dan penutup bermahkota. Pembatas antar bagian berupa deretan pucuk rebung emas. Di desktop, panel kiri menampilkan foto galeri, atau ilustrasi senja Musi bila belum ada foto.
- Animasi halus
- Optimal di ponsel
- RSVP & ucapan online
- Peta lokasi acara
- Galeri foto
- Musik latar
Gulir di dalam layar · Buka layar penuh